Sunday, October 23, 2011

tanggal itu semakin hampir

di saatnya, aku mencium bau cahaya
sepi tidak lagi ku telan sebagai ruji
aku terang dan berbunyi

di saatnya, aku menghirup titis air
hujan tidak lagi ku pandang sebagai basah
aku dingin dan menangis
dia menghangat dan menepis

di saat ini, aku memandang semuanya seperti dia, seperti dulu.

6 lidah lain:

Anonymous said...

Al-fatihah..

Nadia said...

:'(

Para Jamaludin said...

anonim:
=) alfatihah.

nadia:
hey. chill. =)

ghost writer said...

maka tangis juga basah
namun bahagia lebih berkuasa.

Para Jamaludin said...

gw:
kan aku kata, tak semestinya lemah bila menangis.

ghost writer said...

kita hepi kan..(haha!stetemen aku gestapo punya stail)